Batasi Konsumsi 9 Makanan Ini Agar Terhindar dari Kanker

Orang diinfusMakanan yang sehari-hari dikonsumsi bisa saja jadi pemicu pertumbuhan sel kanker. Karena itu sebagai pencegahan, batasi konsumsi makanan tertentu.

Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (IARC), bagian dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), menyebutkan dalam sebuah laporan baru-baru ini bahwa tidak ada bukti kopi bersifat karsinogenik. Namun risiko kanker bisa muncul jika minum kopi atau cairan apapun yang panasnya mencapai lebih dari 65 derajat Celcius.

Memang berbagai penelitian kerap menambahkan dan menghapus jenis makanan dari daftar potensi kanker. Akan tetapi beberapa makanan sudah dikenal karsinogenik. Seperti 9 makanan berpotensi memunculkan kanker yang dirangkum Yahoo India (24/06) berikut ini.

1. Daging olahan

 photo Daging Olahan_zps7hq2bjuc.jpg

Pada tahun 2015, sebuah studi yang dilakukan IARC menempatkan daging olahan dalam kategori 1 substansi penyebab kanker (paling karsinogenik). Menurut studi, konsumsi setiap hari 50 gram daging seperti sosis, ham dan bacon yang melalui proses pengasapan, penggaraman, pengawetan atau ferementasi, bisa meningkatkan risiko kanker usus besar sebesar 18 persen.

Daging olahan mengandung bahan kimia seperti sodium nitrite dan sodium nitrate yang keduanya terkait dengan peningkatan risiko kanker. IARC juga mengklasifikasikan daging merah sebagai kemungkinan karsinogen. Oleh karena itu, disarankan hanya makan daging segar yang tidak diawetkan. Terutama dari hewan yang diberi pakan rumput (grass-fed). Pola makan tinggi buah-buahan, serat dan sayuran merupakan alternatif lebih baik.

2. Microwave popcorn

 photo Micro Wave Popcorn_zpss69iihav.jpg

Popcorn sendiri mungkin tidak terlalu buruk. Namun beberapa kantung tempat microwave popcorn dilapisi asam Perfluorooctanoic (PFOA) guna mencegah minyak merembes ke kertas. Zat kimia buatan manusia itu ketika dipanaskan menyebabkan kemandulan, kanker dan penyakit lainnya pada hewan yang diuji di laboratorium.

Selain itu, perasa mentega dan aroma pada microwave popcorn mengandung zat kimia peningkat aroma yang dikenal sebagai diacetyl, yang dikaitkan dengan penyakit paru-paru. Oleh karena itu, pilihan sehat adalah membeli biji jagung oganik untuk popcorn kemudian membuatnya sendiri secara manual dengan panci atau wajan.

3. Tepung putih dan gula dimurnikan

Tepung putih dimurnikan (refined white flour) sangat umum ditemukan pada sebagian besar roti, kue dan camilan olahan lainnya. Bahan ini memiliki nilai gizi nol dan diputihkan memakai chlorine gas. Kandungan indeksi glikemiknya tinggi yang menyebabkan kenaikan pesat kadar gula darah dan memicu peningkatan resistensi insulin. Hal tersebut dapat membuat kanker tumbuh dan sel kanker menyebar. Sebaiknya pilihlah alternatif sehat seperti tepung gandum utuh, tepung almond, tepung kedelai sebagai gantinya.

Sementara sirup jagung tinggi fruktosa (HFCS) dan jenis gula dimurnikan (refined sugar) lainnya termasuk makanan terbesar penyebab kanker. Glukosa memberi makan tiap sel di tubuh. Sel-sel kanker mengambil gula sebanyak 10-12 kali dari tingkat sel-sel sehat.

Menurut Otto Warburg, pemenang Nobel tahun 1931 di bidang kedokteran, sel kanker diketahui berkembang dalam lingkungan asam dan dengan pH sekitar 6,4, gula cukup tinggi keasamannya. Kelebihan konsumsi gula juga menyebabkan obesitas dan sejumlah besar kasus kanker akibat kelebihan lemak tubuh. Alternatif sehat untuk gula seperti madu, daun stevia dan gula dari kurma.

4. Makanan yang diawetkan dengan garam

Meski garam sangat penting dalam makanan, namun konsumsi makanan tinggi garam bisa meningkatkan risiko kanker perut. Garam diketahui meningkatkan aksi bakteri Helicobacter pylori. Ini bisa menyebabkan peradagangan dan tukak lambung, yang kemudian bisa berkembang jadi kanker lambung.

Makanan yang melalui proses pengasinan juga harus dihindari. Sebab selain tinggi garam, makanan pun biasa diawetkan dengan penggunaan bahan kimia seperti nitrat atau nitrit. Walau zat ini tidak menyebabkan kanker langsung, dalam kondisi tertentu bisa berubah jadi produk turunan disebut senyawa N-nitroso. Seperti nitrosamines dan nitrosamides yang berkaitan dengan peningkatan risiko kanker.

Sebaiknya hindarilah pembelian makanan kemasan. Konsumsi makanan segar dengan sedikit garam. Anda juga bisa mengurangi jumlah garam pada makanan dan memakai rempah-rempah. Misalnya lemon, kapulaga, kayu manis, cabai dan lainnya untuk menambah rasa.

5. Minyak terhidrogenasi

 photo Minyak terhidrogenasi_zpsls7ahxxm.jpg

Diantara makanan paling berbahaya adalah minyak terhidrogenasi. Hidrogenasi merupakan proses menambah hidrogen ke minyak untuk membuatnya lebih kental dan meningkatkan daya tahan. Minyak terhidrogenasi juga dikenal sebagai lemak trans, terkadang dipakai dalam kue, biskuit dan makanan olahan lainnya. Konsumsi lemak trans dikaitkan dengan kanker payudara.

6. Ikan ternak

Salmon ternak diketahui mengandung Polychlorinated Biphenyls (PUB) yang merupakan bahan kimia penyebab kanker. Selain itu, sebagian besar ikan ternak memakai pestisida dan antibiotik yang berpotensi karsinogenik.

7. Minuman soda

 photo Minuman Soda_zpsenetjmem.jpg

Minuman soda berisi gula dan kalori, tanpa adanya nilai nutrisi. Baik minuman soda versi diet juga merugikan bagi kesehatan. Menurut penelitian, minum dua gelas minuman ringan per minggu bisa meningkatkan jumlah insulin yang pankreas produksi. Maka risiko kanker pankreas pun akan meningkat dua kali lipat. Sebagai tambahan, warna karamel pada minuman ringan berasal dari senyawa kimia organik bernama 4-methylimidazole yang diketahui meningkatkan risiko perkembangan kanker.

8. GMO (Genetic Modified Organism)

Makanan rekayasa genetik (GMO) yang dibuat dari tumbuhan atau hewan dengan perubahan DNA, masih jadi perdebatan apakah menyebabkan kanker. Namun sebuah penelitian di Prancis menemukan tikus yang diberi makanan berupa jagung rekayasa genetik mengalami pertumbuhan tumor mammae, kerusakan hati dan ginjal. Sehingga lebih baik menghindari konsumsi makanan GMO dan pilihlah makanan tumbuh alami seperti produk organik.

9. Kentang goreng

 photo Kentang Goreng_zpsrwkwuxim.jpg

Kentang goreng atau French fries memiliki rasa renyah enak. Begitu juga dengan keripik kentang. Ini mungkin karena pemakaian kimia dikenal sebagai acrylamide yang bersifat karsinogenik. Senyawa yang sama juga ditemukan dalam asap rokok.

Acrylamide terbentuk ketika makanan berpati dimasak dalam suhu tinggi. Membuat reaksi kimia terjadi antara gula tertentu dan asam amino (asparagin) dalam makanan. Karena itu sebaiknya hindari kentang goreng yang renyah. Ganti dengan konsumsi camilan sehat seperti buah dan kacang-kacangan. Jika ingin mengonsumsi keripik kentang, carilah dengan pilihan yang dipanggang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *