32 Marketplaces dan Platform Online Terbaik di Dunia

cegah_penipuan_belanja_online_jejualan_gelar_josfest_2015_150427_0
Bisnis online semakin booming di tahun ini.

Banyak orang yang mulai menjalankan bisnis online, tapi tidak sedikit dari mereka yang kebingungan.

Apa yang mereka bingungkan?

Biasanya pada tahap awal bisnis online, orang yang sudah menentukan target suka kebingungan mendapatkan produknya serta platform mana yang bagus untuk digunakan.

Anda salah satunya?

Kalau begitu, Anda berada di artikel yang tepat!

Kali ini kita akan membahas mengenai berbagai macam marketplaces dan platform online terbaik di dunia.

Tujuannya dari artikel ini?

Sudah pasti untuk membantu dan memudahkan Anda dalam menentukan mana yang paling cocok serta bisa memenuhi kebutuhan kegiatan E-Commerce Anda.

Mari kita bahas.

Bisnis Online? Ketahui 32 Marketplaces dan Platform Berikut Ini untuk Membantu Anda!

Seperti yang sudah dibilang pada bagian pembuka tadi.

Kebanyakan orang yang sudah punya ide dan menentukan target untuk bisnis online suka terhambat karena bingung untuk mencari produk dan memilih platform yang cocok.

Kalau sudah seperti itu dan terus dibiarkan, sebagian dari mereka malah tidak akan menjalankan bisnis online mereka.

Bahaya kalau rasa malas muncul dan mulut sudah keluar kalimat “ya sudahlah nanti saja.”

Karena ujung-ujungnya tidak jadi!

Yah, ide dan rencana di awal jadi gagal dijalankan…

Tentunya Anda tidak ingin hal itu terjadi kan?

Kalau bingung soal menemukan produk dan memilih platform online yang cocok, cek list di bawah ini!

  1. eBay

Anda mungkin pernah mendengar tentang eBay.

Yes, dalam marketplace, eBay unggul dan merupakan leader di C2C dan B2C e-Commerce sales.

Di sini, Anda bisa menemukan semua yang mungkin Anda cari.

Mulai dari elektronik dan mobil, sampai pakaian.

Ada yang dalam kondisi baru dan ada juga yang second.

Sebagai penjual, Anda bisa meminta pembeli untuk menawar barang.

  1. Amazon

Kalau yang satu ini, masyarakat luas sudah pada tahu ya?

Amazon merupakan pemain terbesar di online marketplace.

Awalnya Amazon yang menjual buku, sekarang beralih menjadi penjual retail.

Di situsnya, Amazon menawarkan jutaan produk yang berbeda ke pengunjungnya.

Bukan hanya itu saja, toko online ini sudah menjadi salah satu tempat yang menjual kebutuhan sehari-hari.

  1. Etsy

 photo Etsy-1024x526_zpsk4cepgg7.png

Etsy mirip dengan eBay, tapi focus produk yang dijual itu kebanyakan buatan tangan dan vintage.

Cocok untuk Anda yang ingin menjual sesuatu yang memiliki nilai seni dan hasil karya sendiri.

Oh iya, sebagai info, pendapatan gross dari penjualan barang di Etsy mencapai $ 1,93 juta pada tahun 2014.

  1. Shopify

Nah, kalau yang satu ini, kebanyakan orang menggunakan Shopify untuk bisnis dropshipping berskala internasional.

Tapi misalkan Anda ingin menggunakannya untuk bisnis local, tidak masalah.

Simple dan mudah untuk diatur, Anda bisa membangun toko online sesuai keinginan Anda sendiri.

Banyak fitur bagus yang bisa Anda gunakan sesuai kebutuhan bisnis online Anda.

  1. Bigcommerce

Kalau Anda mencari platform yang full hosted dan punya rencana untuk tumbuh menjadi lebih besar, Anda bisa coba Bigcommerce.

  1. Volusion

Volusion adalah solusi all-in-one untuk membangun dan menjalankan toko e-Commerce.

Platform ini memiliki 400 ribu lebih store, 450 karyawan dan penjualan dari merchantnya mencapai lebih dari $ 18 miliar.

  1. WooCommerce

 photo woocommerce-1024x526_zpsvjtb4xxm.png

Ini merupakan platform eCommerce yang open-source.

Artinya, Anda akan memiliki banyak fleksibilitas dan bisa mengakses banyak plugins.

Tapi Anda harus menjaga keamanan dan hosting Anda sendiri.

  1. Weebly

Membangun website, toko online dan blog akan menjadi lebih simple dan terjangkau dengan Weebly.

Anda bisa memilih theme, mendownload aplikasi mobile, dan memulai blog serta bisnis online.

Jualan di Marketplace atau Jualan di Toko Online Sendiri?

 

Jualan di marketplacae atau toko online sendiri 2

Banyak pebisnis yang sering menanyakan, lebih baik berjualan di marketplace atau di toko online milik sendiri? Sebenarnya keduanya sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangan.

Seperti yang kita ketahui, beberapa tahun terakhir ini sistem belanja online di Indonesia semakin meningkat tajam. Semakin banyak orang yang merasa lebih nyaman saat berbelanja online, daripada offline. Hal ini didasari banyak faktor. Salah satunya karena lebih mudah dan praktis. Banyak orang yang memiliki waktu sempit untuk berbelanja. Sehingga dengan belanja secara online, waktu yang dikeluarkan untuk belanja juga akan lebih hemat. Selain itu, munculnya internet yang semakin kencang dan perangkat yang murah juga semakin mendukung belanja online. Maka dari itu, pertumbuhan omset belanja online di Indonesia menunjukkan grafik naik secara tajam.
Menjamurnya belanja online membuat banyak pengusaha yang banting setir pada toko online atau yang sering disebut dengan e-commerce. Ada banyak cara maupun strategi yang bisa dilakukan untuk menjual sebuah barang atau jasa secara online. Sangking banyaknya platform yang dapat digunakan, banyak orang yang merasa bingung mulai dari mana, kemudian platform mana yang paling efektif. Termasuk pertanyaan membingungkan tadi, “sebaiknya berjualan di marketplace atau toko online sendiri?” Berikut ini merupakan kelebihan dan kekurangannya masing-masing yang dapat menjadi pembanding.

Kelebihan berjualan di marketplace

  1. Lebih mudah untuk jualan karena sistem dan prasarana sudah disediakan. Kemudahan seperti ini cocok untuk pebisnis online yang masih awam. Anda hanya tinggal membuat akun, mengupload foto-foto produk, dan memberikan keterangan saja. Selesai!
  2. Biasanya marketplace yang bagus akan ramai dikunjungi. Jadi kemungkinan barang dagangan Anda dilirik oleh customer akan lebih tinggi.

Kekurangan berjualan di marketplace

  1. Marketplace yang terkenal dan ramai biasanya memiliki banyak penjual. Otomatis pesaing Anda juga akan semakin besar. Misalnya saja penjual barang dengan barang yang sejenis pasti akan sangat banyak. Pasti akan terjadi perang harga, sehingga dapat menyebabkan low profit margin.
  2. Customer akan mudah melihat barang dagangan dari penjual lain (ibarat sebuah pasar)
  3. Anda tidak bisa membangun sebuah brand dari bisnis online yang dilakukan di marketplace. Biasanya customer akan lebih mengingat nama website dari marketplace-nya saja, bukan nama toko Anda.
  4. Anda tidak memiliki kontrol terhadap tempat jualan Anda. Bisa saja suatu saat perusahaan marketplace itu tutup atau membuat peraturan baru yang tidak menguntungkan Anda.

 

Kelebihan berjualan di toko online sendiri

  1. Anda bisa mengontrol sepenuhnya website toko online yang Anda gunakan
  2. Anda bisa membangun brand nama toko online Anda dengan website sendiri
  3. Customer akan lebih mudah mengingat nama brand Anda dari nama domain website Anda. Kemungkinan mereka akan kembali belanja lebih besar.
  4. Persaingan kecil karena tidak ada penjual lain di toko Anda. Customer juga tidak mudah nyasar ke penjual lain

Kekurangan jualan di toko online sendiri

  1. Tingkat berjualan akan lebih sulit karena Anda harus membangun toko online sendiri dari nol. Mulai dari membuat website hingga promosi di berbagai media sosial.
  2. Anda harus mempromosikan dan mendatangkan visitor sendiri, tanpa bantuan marketplace yang biasanya sudah ramai pengunjung. Sehingga Anda perlu belajar tentang marketing online di internet.
  3. Biasanya customer yang belum pernah belanja akan sering ragu karena tidak mengetahui apakah toko online Anda benar-benar terpercaya atau tidak

Jadi mana yang lebih baik? Sebenarnya keduanya sama baiknya. Tinggal bagaimana Anda sebagai pelaku bisnis ingin menjalankan cara yang mana untuk berjualan online.