Perusahaan Milik Konglomerat Tahir Terima Bitcoin untuk Alat Pembayaran

Tahir Mayapada Bitcoin

 

Konglomerat dan pengusaha kaya Indonesia Dato Sri Tahir memutuskan untuk menerima pembayaran dengan bitcoin dalam perusahaannya.

 

Penggunaan bitcoin diyakini dapat mempermudah proses transaksi jual beli masyarakat baik, terutama secara online. Tahir sendiri memiliki beberapa unit usaha di Indonesia.

 

Dalam pernyataan resminya, Rabu (13/9/2017), pihaknya menyatakan penting untuk semakin mengikuti perkembangan era digital khususnya di bidang finansial.

 

Awalnya, ada kekhawatiran mengenai bitcoin yang dianggap sifatnya dapat dibelanjakan untuk pembayaran pribadi dan tidak dapat dibatalkan, belum diterima dan diakui oleh negara sebagai alat pembayaran yang sah, digunakan untuk judi, pencucian uang, dan kekhawatiran lainnya.

 

Sehingga, banyak masyarakat menganggap penawaran yang diberikan bitcoin sangat kontroversial dan bisa menjalankan kegiatan kriminal karena bersifat anonim.

 

Namun, Tahir bergerak untuk membuktikan bahwa sistem aset digital yang ditawarkan oleh Bitcoin ini mampu membuat dampak yang positif untuk menggerakkan roda perekonomian masyarakat khususnya secara online.

 

Penggunaan Bitcoin ini akan digunakan pertama kali oleh anak perusahaan Mayapada, yaitu Topas TV yang bergerak di bidang televisi Berlangganan.

 

“Bitcoin dianggap mampu mempercepat kegiatan pembayaran, bebas biaya administrasi dan berpotensi menjadi uang digital di masa depan yang nilainya disinyalir mampu melambung tinggi,” tulis manajemen Topas TV.

Sekarang beli apartemen bisa menggunakan Bitcoin

beli apartemen pakai bitcoin

 

Lazimnya, transaksi pembelian properti dilakukan secara tunai dengan uang fisik atau dengan fasilitas pinjaman seperti kredit pemilikan rumah. Tapi yang dilakukan The Knox Group of Companies ini juga mengakomodir pembelian properti dengan cara yang lain. Yakni menggunakan uang virtual.

 

The Knox Group, sebuah perusahaan private equity, pengelolaan properti dan kekayaan yang bermarkas di  Douglas, Isle of Man ini akan merilis proyek properti residensial dan komersial di Dubai, Uni Emirat Arab senilai £ 250 juta atau setara US$ 325 juta. Para investor properti bisa membeli tempat tinggal itu  menggunakan mata uang digital, bitcoin.

 

Seperti dilansir Reuters, proyek bernama Aston Plaza and Residences itu berdiri dilahan seluas 2,4 juta kaki persegi atau 22,3 hektare. Proyek properti tersebut terdiri dari dua menara untuk hunian apartemen serta pusat perbelanjaan. Seluruh proyek ini diperkirakan selesai pada akhir 2019. Proyek milik The Knox Group ini akan menjadi pengembangan real esatate pertama di dunia yang menerima mata uang digital dalam transaksi pembelian properti.

 

Sebagai gambaran harganya, untuk apartemen tipe studio, dibanderol mulai 33 bitcon. Lalu, apartemen satu kamar tidur harganya  54 bitcoin atau sekitar US$ 250.000 per unit. Sedangkan, apartemen dengan dua kamar tidur dapat dibeli seharga 80 bitcoin atau US$ 380.000 per unit.

 

Total akan ada 1.133 unit apartemen yang dibangun. Sebanyak 480 unit diantaranya telah terjual dalam mata uang tradisional dan sisanya akan dialokasikan untuk pemegang bitcoin.

 

Untuk mempermudah transaksi, platform pembayaran Bitcoin BitPay akan memproses transaksi bitcoin. Perusahaan ini telah menyediakan alat pembayaran bitcoin untuk perusahaan besar seperti Microsoft dan perusahan penerbangan luar angkasa milik pengusaha Richard Branson, Virgin Galactic.

 

Pemakaian bitcoin dalam transaksi properi ini akan semakin mendorong penggunaan bitcoin dalam transaksi pembayaran.

 

Jumat pekan lalu, harga bitcoin mencapai rekor tertinggi yakni sebesar US$ 4.870. Harga bitcoin tersebut sudah melonjak lebih dari 400% sepanjang tahun ini. “Ini kesempatan besar bagi komunitas mata uang kripto untuk melepaskan beberapa keuntungan yang signifikan, dan mengalihkan ke aset inti yang saya bangun,” kata Chairman The Knox Grou Doug Barrowman dalam wawancaranya dengan Reuters, Selasa (5/9).

 

Barrowman mengatakan popularitas penawaran perdana koin digital (ICOs) saat ini, yang merupakan metode penggalangan dana berbasis teknologi token, menunjukkan bahwa ada permintaan yang besar dari investor uang kripto  untuk mendiversifikasi aset mereka.

 

Barrowman, yang berasal dari Skotlandia, mendirikan Knox pada tahun 2008. Kini perusahaan tersebut  mengelola aset senilai £1,5 miliar.

 

Di proyek Dubai, Barrowman berkolaborasi dengan Baroness Michelle Mone, anggota House of Lords dan juga pendiri perusahaan pakaian dalam, Ultimo. Mone mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa perusahaan desain interiornya kelak yang akan mendisain interior apartemen Aston Plaza and Residences.